SOROT 576

Gangguan Jiwa karena Gawai

Anak bermain HP atau gadget.
Sumber :
  • Istimewa

Kondisi yang sama juga terjadi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, Dr. dr. Elly Marliyani Sp. KJ membenarkan adanya pasien anak yang dirawat akibat kecanduan gadget.

img_title Seluruh Awak Kabin Garuda Dibebastugaskan Buntut HP Penumpang Hilang, FKBI: Memalukan

"Benar, beberapa waktu yang lalu merawat anak dan remaja. Namun karena mereka mengalami penyakit penyerta selain ketergantungan game, istilahnya komorbid," ujar dr. Elly kepada VoxPopnews.

Komorbiditas adiksi internet di antaranya, adanya gangguan hiperaktivitas dan pemusatan perhatian, gangguan emosi dan perilaku, depresi, gangguan kecemasan, phobia sosial, gangguan obsesif kompulsif, conduct disorder, gangguan pengendalian impuls, hingga percobaan bunuh diri.

img_title Polisi Tangkap 2 Anggota Geng Penjambret Ponsel, 1 Pelaku Ternyata Masih Bocah

Senada dengan Ferlita Sari, menurut dr. Elly, kecanduan handphone masuk kategori sakit jiwa. "Semua kecanduan masuk dalam kategori gangguan jiwa," ujarnya.

 Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB)Rumah Sakit Jiwa di Cisarua, Bandung

img_title Waspada! Penipuan Modus Tabrak Lari di Jaksel, Motor Hingga Ponsel Korbannya Dibawa Kabur

Rumah sakitnya pernah merawat tiga orang pasien dalam waktu yang berbeda. Perilaku mereka selama di rumah sakit berbeda-beda. Ada yang gelisah, cemas, dan ditambah gejala-gejala penyakit gangguan jiwa penyertanya.

Tak hanya di rumah sakit, tapi di Yayasan Al-Fajar Berseri, sebuah yayasan yang mengkhususkan diri menerima dan merawat orang-orang dengan gangguan jiwa, sudah ada empat remaja yang akhirnya dirawat karena kecanduan gadget.

Kepala Yayasan Al-Fajar Berseri, Tambun Selatan, H. Marsan Susanto menyampaikan kepada VoxPopnews, remaja yang datang dengan gangguan kejiwaan karena gadget baru ramai akhir-akhir ini. Pasien pertama datang awal 2018. 

Ia datang dari Cikarang, inisialnya N. Kedua orang tuanya membawa N kepada Marsan setelah kewalahan menghadapi ulah N yang mulai mengancam mereka.

Pasien kedua datang dari Medan. Inisialnya W. Tapi W sudah dipulangkan setelah sempat menjalani perawatan. 

Setelah itu datang lagi pasien dengan inisial SY, yang datang pada 2018, dan TY, di awal 2019. Menurut Marsan, SY dan TY sama-sama berusia 18 tahun.

Panti Rehabilitasi Disabilitas Mental Al-Fajar BerseriKepala Yayasan Al-Fajar Berseri, H. Marsan Susanto

Marsan menuturkan, sejak SMP keduanya sudah mulai aneh. Mereka tak mau sekolah, temperamennya sudah aneh-aneh, emosinya tinggi, dan waktunya habis dengan bermain handphone.

"Jadi kalau hp itu masih bisa kerja, dia pasti tenang, dia asyik main. Tapi ketika hp itu mengalami kendala, lemot, lowbatt, mati lampu, maka dia emosional. Ketika tak ada kuota dia bisa ngamuk," ujar Marsan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut