- Istimewa
"Jadi setiap hari dia harus pegang dan main hp. Artinya ketika anak itu sudah merasa harus main hp, atau merasa harus memaksa, menurut saya sih jiwanya itu sudah terganggu," kata dia.
Karena, kalau sekadar kecanduan ponsel biasa, Marsan menilai orangtuanya tidak akan membawa anaknya ke panti rehabilitasi. "Panti rehabilitasi ini kan memang khusus merehabilitasi gangguan, baik yang mengalami gangguan jiwa berat, sedang, maupun ringan," kata Marsan.
Tanda Kecanduan dan Upaya untuk Sembuh
Dr. Ira Savitri Tanjung Sp.KJ(K) menyampaikan, banyak tanda-tanda seseorang kecanduan gawai. Misalnya, ketika bermain lalu melupakan hal yang lain di dunia nyata.
Lalu, yang sebelumnya mandi, menjadi malas mandi. Tidak ada internet membuat dia emosi.
Tanda-tanda lainnya, tak mampu melakukan hal lain kecuali memegang handphone terus-menerus. Maunya terus bermain gadget, dan jika baterai ponsel sedang diisi ulang, seperti kehilangan separuh nyawa.
"Itu bisa membuat dia tidak makan, bahkan mau buang air kecil atau makan pun, dia tahan, asal tidak terlewatkan. Jadi gundah," ujar Ira.
Ilustrasi kecanduan gadget
Mereka yang kecanduan gawai, ujar Ira, biasanya bersumber dari BLAAST, yaitu Bored (merasa bosan), Lonely (kesepian), Angry (marah)/Affraid (takut)/Anxious (cemas), Stressed (tertekan), dan Tired (kelelahan).
Ketika BLAAST tak tersalurkan dengan baik, malah teralih ke gawai, anak akan asyik sendiri. Apalagi dalam gawai anak bisa melihat apa saja, dan banyak hiburan di situ.
Anak menjadi tak bersosialisasi, tidak melakukan apa-apa karena hanya sibuk dengan gawainya. Padahal ada perbedaan antara dunia nyata dan dunia maya.
Ira menegaskan, kecanduan gawai bisa menyebabkan gangguan kejiwaan. Dampak gangguan kejiwaan, imbuh Ira, akan menyebabkan disfungsi di masing-masing usia.
Jika anak masa sekolah akan disfungsi dengan sekolahnya. Mulai malas sekolah, mengerjakan tugas, hingga malas melakukan hal rutin sehari-hari.
"Kecanduan gawai bisa menyebabkan anak lama-kelamaan akan asyik dengan dunianya sendiri, dan tidak tahu lagi dunia nyata. Dunia gadget itu akhirnya menjadi nyata buat dia," tuturnya.
