SOROT 576

Gangguan Jiwa karena Gawai

Anak bermain HP atau gadget.
Sumber :
  • Istimewa

Banyak orangtua yang akhirnya memberikan anak-anak mereka ponsel yang canggih karena tekanan sosial. Apalagi sekarang tuntutan menggunakan gadget buat orangtua juga makin tinggi. Nyaris semua sekolah dalam berbagai level kini memiliki grup percakapan.

img_title Heboh Video Viral Pria Ngaku HP Dirampas Kapolresta Denpasar, Kombes Leonardo Bongkar Kronologi Sebenarnya

Sementara itu, dr. Elly mengatakan, jika tarafnya masih ketergantungan internet, anak masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, belajar, dan sebagainya. Tapi kalau sudah adiksi, maka ada disfungsi dan stres, serta fungsi otak yang terganggu.

“Untuk menyembuhkan mereka, saat dirawat tentu tidak menggunakan ponsel, tidak bermain game, mereka diberi obat psiko farmaka, diobati juga penyakit gangguan jiwa penyertanya, juga diberikan psikoedukasi, terapi aktivitas kelompok, dan psikoterapi (psikiatri untuk mengubah perilaku kecanduan/adiksi dengan metode motivational interviewing),” ujar dr. Elly.

img_title Istri Pelatih Persija Mauricio Souza Jadi Korban Pencurian HP, Kini Sudah Dikembalikan Polisi

Anak kecanduan gadget.Ilustrasi anak kecanduan gadget

Untuk menekan penggunaan gadget yang berlebihan, Ferlita Sari menyarankan agar interaksi antara orangtua dan anak di rumah terus ditingkatkan. Bila perlu membuat perjanjian sederhana untuk sama-sama meninggalkan gadget dalam beberapa jam ketika sedang bersama. 

img_title 5 Gudang di Jakarta Ternyata Simpan Ribuan HP Ilegal Siap Jual, Nilainya Fantastis

Kuncinya, seluruh anggota keluarga termasuk kedua orangtua juga komit dengan perjanjian tersebut.

"Ciptakan suasana hangat di rumah. Ngobrol atau jalan bareng. Kalau sudah dekat dan anaknya bisa terbuka, itu jadi bekal buat kelak dia sudah pegang gadget," kata dia. 

Kalau orangtua merasa takut ketinggalan informasi atau FOMO (fear of missing out), maka anak akan FOMO juga. "Sebab, anak adalah cerminan orangtua," tuturnya. 

Bisa saja, menurut dia, orangtua sulit melepaskan handphone karena urusan pekerjaan. Tapi ketika mengecek handphone hanya untuk urusan tak penting, sedangkan anak ada di hadapan, itu waktunya menyimpan ponsel dan berbicara atau mendengarkan anak.

Ira pun berbagi cara mengobati anak dan remaja yang kecanduan gawai. Lebih dulu dokter akan melihat dampak sejauh mana kecanduan yang dialami oleh anak. 

Penanganan bisa melibatkan orangtua, namun kasus terparahnya harus ditangani dengan obat. Bahkan, anak juga harus menjalani pengobatan rawat inap.

"Kita lihat dulu sejauh mana yang membuat kecanduan? Dampaknya apa saja? Apakah dalam hal pelajaran? Yang paling menonjol sosialisasi. Apakah sudah disertai gangguan penyerta yang lain, seperti depresi, kecemasan dan lainnya?" kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut