Tren Kuliner Serba Mangga
VoxPop – Antrean panjang mengular, tak cukup setengah jam, bahkan bisa sampai satu jam untuk bisa menikmati segarnya minuman zaman now, King Mango Thai yang buka gerai di Neo Soho Mal, Jakarta beberapa waktu lalu.
Tak hanya King Mango Thai, ada juga Go Mango atau bahkan Mango Bomb. Penampilannya nyaris sama, dan tetap jadi idola.
"Di mana ada antrean, di situ ada mangga," kata Ken dan Grat yang mengunggah usaha kerasnya antre mendapatkan segelas minuman kekinian Go Mango di media sosial, Youtube.
Dengan antusiasnya, mereka bercerita, sering antre untuk nikmati minuman mangga. Di mana pun, tak pernah sepi.
"Kami baru coba, dan Lippo Mall Puri ini baru buka Go Mango. Kami pernah coba antre di tempat lain, dan di sini juga enggak kalah panjang antrenya sama seperti di tempat lain. Tapi di sini, harganya lebih murah, Rp50 ribu bisa dapat dua," tutur mereka. Bagi Ken dan Grat, butuh perjuangan untuk mendapatkan minuman ini.
Belakangan, buah mangga memang jadi primadona. Berdasarkan catatan sejarahnya, buah berasa asam manis ini berasal dari India sekitar abad ke-4 atau ke-5 Sebelum Masehi. Sejarah mencatat, mangga pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di Lembah Indus India.
Seiring perkembangan zaman, buah ini menyebar hampir ke seluruh belahan dunia. Para pedagang India yang membawanya, berkelana ke timur sampai ke Semenanjung Malaysia.
Pada 1400 dan 1450, buah ini mulai ditanam di Kepulauan Sulu dan Mindanau, Filipina, di Pulau Lizon sekitar 1600, dan di Kepulauan Maluku pada 1665.
Dilansir dari berbagai sumber, mangga sekarang banyak dibudidayakan di iklim subtropis tropis dan hangat. Hampir setengah dari mangga di dunia dibudidayakan di India, dengan sumber terbesar kedua adalah China.
Mangga juga tumbuh di Andalusia, Spanyol (terutama di Provinsi Málaga). Iklim subtropis pesisirnya adalah satu dari sedikit tempat di daratan Eropa yang memungkinkan pertumbuhan tanaman tropis dan pohon buah-buahan.
Kepulauan Canari adalah produsen buah Spanyol yang terkenal lainnya. Meskipun India adalah produsen mangga terbesar, namun menyumbang kurang dari 1 persen perdagangan mangga internasional. India mengonsumsi sebagian besar produksinya.
