Tren Kuliner Serba Mangga

Mangga alpukat.
Sumber :
  • Facebook

Diakui pula oleh Eka, buah yang dia ambil dari petani mangga di Bangil ini mendatangkan banyak rezeki untuknya. Dengan modal awal Rp1,5 juta, ia bisa memperoleh omzet per hari Rp500-800 ribu.

img_title 5 Tips Menikmati Hidangan Hotpot

"Saya jual sampai ke Medan, Makassar, Bali, hingga Jakarta. Itu yang terjauh. Tapi semenjak memasuki musim hujan saya setop karena kondisi mangga tidak bagus," kata dia.

Saat musim mangga bulan Juni hingga Desember, dia bisa menjual mangga alpukat 100 kilogram per hari.

img_title Pakai Bunga Sudah Enggak Zaman, Sekarang Lagi Tren Karangan Buah

Tak hanya laku dijual hingga ke luar kota, sensasi makan buah mangga alpukat yang dipetik langsung dari pohonnya juga belakangan jadi tren.

img_title 6 Tren Kuliner yang Bakal 'Mantul' di 2019

Jenis mangga ini turut mendatangkan berkah bagi petani mangga di daerah jalan Ronggowetan, Kecamatan Rembang, Pasuruan. Warga sekitar selain menjual mangga juga membuka agrowisata petik mangga alpukat.

Sulis Anisyah (51 tahun) pemilik kebun mangga dan wisata petik mangga mengatakan, mangga alpukat mulai tumbuh subur di Pasuruan sejak empat tahun terakhir.

"Itu awalnya ada orang dari Malang, dia nyari mangga alpukat, saya jawab tidak ada, adanya mangga gadung karena sejak tahun 1980-an saya jualan mangga gadung. Dia tunjukkan buahnya, bentuknya seperti ini dibelah tengahnya terus diputar, cuma gitu saja," kata Sulis, Rabu, 27 Desember 2017.

Mangga alpukat sebenarnya adalah mangga gadung jenis klon-21. Perbedaan dengan mangga gadung lainnya terletak pada perawatan. Pohon agar menghasilkan mangga alpukat dirawat khusus dengan diberi pupuk NPK terbaik.

"Tanaman mangga gadung yang sudah ada saya rawat dengan memberi pupuk NPK, karena kalau saya tanam mangga alpukat ya lama. Kalau tanam dari awal itu ya 10 tahun lagi baru berbuah. Pupuk NPK itu paling baik," papar Sulis.

Sama seperti yang diungkapkan Eka, dari segi rasa, Sulis mengatakan jangan khawatir, mangga alpukat rasanya manis sekali. Cocok disantap dalam keadaan dingin dan pada siang hari.

"Tergantung perawatan dan pemberian pupuk. Mangga hasilnya banyak terus dalamnya lembut, pokoknya paling baik yang bisa menghasilkan mangga alpukat," ucap Sulis.

Lebih unik lagi wisata petik mangga yang dikembangkan oleh Sulis tidak dipungut biaya. Wisatawan bisa berkunjung bebas, wisatawan hanya membayar mangga yang dipetik dan akan dibawa pulang sebagai bekal oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut