Tren Kuliner Serba Mangga
Sementara itu, santan dicampur dengan garam dan gula, dan dimasak tanpa pecah. Setelah ketan selesai dimasak, campuran santan dan nasi dicampur bersama secara merata dan dibiarkan sejenak agar meresap. Mangga dikupas dan diiris.
Untuk menyajikan hidangan tersebut, ketan tersebut disajikan di atas piring, beberapa irisan mangga diletakkan di atas atau di samping, dan santan kelapa yang tersisa disiram di atasnya. Terkadang nasi ketan ini juga disajikan dengan taburan kacang hijau. Penganan ini pun sangat nikmat disantap selagi hangat.
Mangga Alpukat
Selain minuman mangga, juga sajian ketan mangga, buah mangga alpukat belakangan juga jadi tren dan laku di pasaran. Ini, karena cara makannya yang beda dan jadi viral.
Mangga alpukat, belakangan ikut ramai dibicarakan. Salah seorang penjual mangga alpukat, Eka Yani Kusuma (35) asal Surabaya ini mengakui, belakangan konsumsi mangga alpukat jadi tren di Indonesia. Karena itulah, sejak dua bulan lalu, ia memanfaatkan berjualan mangga alpukat.
"Pas booming-booming-nya dua bulan yang lalu saya iseng jualin karena memang beda mangga ini kualitas dan rasanya dari mangga lainnya," katanya saat berbincang dengan VoxPop.
Ia pun mengungkapkan, mangga jenis ini sangat istimewa dan banyak yang menyukai rasa manis mangga alpukat. Bahkan, cara unik mengonsumsinya yang membuat mangga ini bikin penasaran.
"Mangga ini bisa dikupas seperti kupas alpukat. Kulitnya juga tebal dari mangga biasa jadi kokoh. Karena kulitnya tebal dia termasuk mangga yang tahan lama disimpan di luar kulkas."
Jika disimpan dalam suhu ruang, mangga alpukat bisa tahan hingga 10 hari. Teksturnya yang sedikit serat membuat mangga ini mudah dikonsumsi menggunakan sendok, layaknya mengonsumsi buah alpukat. Cara membukanya juga sama seperti saat hendak menikmati buah alpukat. Dibelah dua, lalu disantap dengan sendok.
Karena banyak yang menyukainya, buah ini pun terbilang mahal. Saat awal jadi perbincangan, satu kilogram mangga jenis ini bisa dijual dengan harga Rp40 ribu. "Karena sekarang banyak yang jual, jadi jual Rp28 ribu-Rp35 ribu per kilogramnya,” tuturnya.
