Pendukung Jokowi Kesal dengan Pelapor Najwa Shihab: Bodoh dan Norak!

Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Devi Soembarto
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon

VoxPop – Kasus pelaporan presenter Najwa Shihab oleh Relawan Jokowi Bersatu ke Polda Metro Jaya masih jadi sorotan. Belakangan, polisi mengarahkan si pelapor, Silvia Devi Soembarto selaku Ketua Relawan Jokowi Bersatu, untuk menempuh jalur protes ke Dewan Pers. 

img_title Polda Metro Pulangkan 3 WNI Korban TPPO dari Libya, Satu Alami Sakit Paru usai Diduga Dieksploitasi

Silvia mengatakan aksi Najwa mewancarai kursi kosong yang dimaksud sebagai Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto adalah preseden buruk. Aksi tersebut melukai hati relawan Jokowi Bersatu sebagai pendukung Jokowi.

"Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo. Dan, saatnya kami relawan bersuara karena kami takutkan kejadian Najwa Shihab akan berulang," ujar Silvia di Polda Metro Jaya, Selasa 6 Oktober 2020.

img_title Perempuan di Ciamis Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI, Apa Motifnya?

Dia menyebut Najwa dalam wawancara kursi kosong itu seolah menjadikan parodi. Ia mengingatkan parodi sebagai tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara.

"Khususnya menteri, karena beliau adalah representasi dari Presiden Joko Widodo," ujar Silvia.

img_title Roy Suryo Gugat Pencekalan Lewat Praperadilan Keempat, Polda Metro Jaya Nyatakan Siap Hadapi Sidang

Namun demikian, aksi pelaporan yang dilakukan oleh Silvia dengan mengaku sebagai relawan Jokowi itu tak sepenuhnya didukung kelompok relawan Jokowi lainnya. Melalui surat terbuka, Sekjen DPN Pergerakan Indonesia, Abi Rekso Panggalih, yang ikut mendukung Jokowi sejak 2014, menyesalkan tindakan Silvia dengan melaporkan Najwa Shihab ke polisi.

"Saya menduga tempurung kepala anda tidak sebesar apa yang anda pamerkan dalam ruang publik. Bisa jadi beberapa hari ini Anda merasa sebagai pahlawan buat banyak orang. Padahal sebenarnya Anda sedang mengemis tepuk tangan kosong publik. Anda berdoa bukan kepada Tuhan, tetapi kepada kebodohan itu sendiri. Mengkultuskan diri sendiri, agar merasa layak disembah," tulisnya melalui surat terbuka kepada Silvia Devi Soembarto, Rabu, 7 Oktober 2020.

Ia mengikuti gelombang pembicaraan publik terkait bangku kosong Najwa Shihab. Meskipun ia menilai apa yang dilakukan Najwa Shihab tentu diluar kepantasan, dalam etika jurnalisme. Tetapi, pelapor juga harus sadar dan paham disitulah sisi banalisme sebuah profesi jurnalisme. 

Di sisi lain ada kebutuhan dalam ruang demokrasi, tetapi kata Abi Rekso, kadang jurnalisme mampu mengkorbankan pihak tertentu yang dilakukan oleh individu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut