Temuan Ini Buat Polisi Curiga Pelajar Difasilitasi Demo Omnibus Law

Pelajar Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja
Sumber :

VoxPop – Polda Metro Jaya mendalami dugaan adanya pihak yang memfasilitasi perusuh aksi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

img_title Perempuan di Ciamis Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI, Apa Motifnya?

Baca Juga: Sekjen DPR Antar Langsung 812 Halaman UU Cipta Kerja ke Setneg

"Ada yang menggunakan kendaraan ambulans yang bebas bergerak. Ada juga kendaraan-kendaraan pribadi sudah terdeteksi semuanya. Ini kita lakukan pendalaman," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 14 Oktober 2020.

img_title Roy Suryo Gugat Pencekalan Lewat Praperadilan Keempat, Polda Metro Jaya Nyatakan Siap Hadapi Sidang

Polisi menduga kendaraan pribadi dan ambulans itu diyakini memfasilitasi massa perusuh dengan memberikan bantuan makanan. Ada indikasi juga mereka turut memfasilitasi batu untuk para perusuh.

"Mereka menyiapkan makanan semuanya. Bahkan ada indikasi menyiapkan alat-alat batu untuk demonstrasi," ujar dia.

img_title Sidang Memanas, Kubu Roy Suryo Cecar Ahli Polda Metro: Ngaku Ahli tapi Tak Baca Putusan Praperadilan

Untuk itu, polisi mengaku kini tengah memburu orang-orang yang diduga menggerakkan pelajar untuk ikut jadi perusuh di demo tersebut. Bukti pesan-pesan bernada provokatif di telepon genggam para pelajar yang diamankan dijadikan bahan menelusurinya. 

Ia pun menyebut, 80 persen perusuh yang masih berstatus pelajar dihasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk bertindak anarkis.

"Bukti-bukti yang kita temukan dari handphone pun ada. Bahkan di grup mereka pun ada. Mereka ada yang tanggal 8 Oktober sudah ikut, sekarang berangkat lagi. Kasihan, ini yang akan kita selidiki semuanya. Jangan jadi korban anak-anak kita ini, anak-anak SMP, SMP yang diajak untuk melakukan kerusuhan," katanya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, kepolisian telah mengantongi bukti adanya kendaraan yang dibayar untuk mengantarkan pelajar ke lokasi unjuk rasa. Kata Yusri, polisi sebenarnya telah mencegah para pelajar ikut unjuk rasa. Semisal di Bundaran Hotel Indonesia, pihaknya menemukan satu dum truk yang isinya pelajar.

"Ada yang mendrop mereka juga makanan. Kendaraan-kendaraan sudah kita deteksi, nah ini modus baru lagi sekarang ini. Ada yang menggunakan kendaraan ambulans yang bebas bergerak ini. Bahkan ada indikasi menyiapkan alat-alat batu untuk melempar saat demonstrasi," katanya. (ren)
 

Gedung Polda Metro Jaya, Sudirman

Polda Metro Pulangkan 3 WNI Korban TPPO dari Libya, Satu Alami Sakit Paru usai Diduga Dieksploitasi

Polda Metro Jaya melakukan pemulangan terhadap tiga orang WNI korban TPPO dari Libya. Korban mengalami eksploitasi, gangguan kesehatan, hingga sakit paru.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut