Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat, Peserta Pria Wajib Kenakan Pakaian Sipil Lengkap
- vivanews/Andry
"Kita masih belum mendapatkan konfirmasi dari misalkannya para kepala negara yang sebelumnya, presiden, mantan presiden kita sebelumnya, wakil presiden sebelumnya itu juga pasti akan diundang tapi kita karena belum mengirimkan undangan tentu kita masih belum tahu," ujarnya.
Ia berharap proses pengiriman undangan dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga para tamu undangan memiliki waktu yang cukup untuk memberikan konfirmasi kehadiran.
"Ini udah finalisasi, mudah-mudahan segera kita kirim," tambahnya.
Kebijakan Berpakaian Berlanjut dari Tahun Sebelumnya
Penggunaan pakaian sipil lengkap pada Sidang Tahunan MPR menjadi salah satu perubahan yang mencuri perhatian dalam dua tahun terakhir.
Jika sebelumnya sidang tahunan identik dengan busana adat yang dikenakan para pejabat negara, anggota DPR, DPD, hingga tamu undangan, kini MPR memilih mempertahankan penggunaan pakaian sipil lengkap bagi peserta laki-laki.
Sementara itu, peserta perempuan tetap diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan jenis pakaian yang dikenakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sidang Tahunan MPR merupakan agenda konstitusional yang digelar setiap tahun menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Forum tersebut dihadiri oleh pimpinan lembaga negara, anggota MPR, DPR, dan DPD, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan kenegaraan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, rangkaian sidang akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan jadwal lebih pagi agar seluruh agenda dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan ibadah salat Jumat. Selain itu, MPR juga tengah menuntaskan proses pengiriman undangan kepada seluruh mantan presiden dan mantan wakil presiden untuk menghadiri sidang tahunan tersebut.
