- VoxPop.co.id/Suryanta Bakti Susila
Sejak beberapa tahun lalu, seiring meningkatnya penetrasi ponsel, produk yang masuk tanpa izin edar sudah marak di Tanah Air. Foto: REUTERS/Brendan McDermid
CEO Bukapalak, Achmad Zaky, mengatakan, perusahaannya pada prinsipnya menjual produk apa saja yang diinginkan pembeli. Soal legalitas produk yang dijual, itu bukan tanggung jawab Bukalapak.
"(Misalnya iPhone SE dijual), saya enggak tahu sih. Bukalapak kan prinsipnya kayak Facebook, (sebuah) platform. Mereka yang jualan bisa dapet barang dari mana aja," ujarnya. "Misalnya saya datang dari Amerika ingin jual satu aja, masa enggak boleh. Bebas sih".
Zaky melanjutkan, soal ponsel ilegal itu tanggung jawab dari setiap individu masing-masing, bukan Bukalapak yang menyediakan platform-nya. Zaky mengaku, Bukalapak belum sepenuhnya menaruh perhatian soal penjualan smartphone tidak resmi di lapaknya, karena tengah menggaet pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Marketplace lainnya, MatahariMall, menegaskan, perusahaan berkomitmen untuk menyediakan barang legal dan asli pada platform mereka. Untuk mengantisipasi masuknya produk ilegal dan sejenisnya, MatahariMall punya tim khusus yang mengkurasi barang di platform MatahariMall.
"Ketika seller hendak mendaftarkan barang mereka di MatahariMall. Kami akan meminta informasi lengkap mengenai barang yang akan dijual, baik dari segi keaslian, jumlah, ketersediaan garansi, dan lain-lain," tulis MatahariMall kepada VoxPop.co.id.
Platform ini mengaku akan menindak tegas kepada penjual yang menyalahi aturan. Penjual akan diturunkan dari website MatahariMall, sehingga produknya tidak akan muncul lagi di website, hingga penutupan tokonya.
Selanjutnya, Tak Bisa Disalahkan
Tak Bisa Disalahkan
Terkait maraknya ponsel ilegal di lapak online, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Bambang Suseno, mengatakan, ada beberapa ponsel yang dijual di platform e-commerce merupakan produk yang belum punya izin edar maupun mengantongi sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang telah dirilis pemerintah.
Namun, Bambang tak mau menuding e-commerce sebagai biang keladi dari maraknya ponsel tak resmi tersebut.
"Kami enggak bisa salahkan e-commerce ya, karena kan dia etalase, yang jual bisa orang dalam atau luar," kata Bambang kepada VoxPop.co.id, Rabu 22 Juni 2016.
