- VoxPop.co.id/Suryanta Bakti Susila
"Rata-rata yang beli karena mereka nunggu di gerai resminya enggak keluar-keluar, misal iPhone 6s dan SE. Itu 6s sudah dari 2015 akhir keluar, di gerai resmi sampai saat ini belum ada," kata Hesty.
Selanjutnya, Blokir IMEI
Blokir IMEI
Lalu, bagaimana cara penertibannya, sehingga ponsel ilegal tidak merajalela di Indonesia? Bambang pun mempunyai cara ampuh.
Penertiban ponsel ilegal akan dilakukan pada 2017, seiring dengan diberlakukannya aturan tentang TKDN produk ponsel 4G LTE dan pengaktifan IMEI.
Pada tahun depan, Kominfo akan mengaktifkan nomor international mobile station equipment identity (IMEI) ponsel. Jika nanti aturan registrasi IMEI itu sudah diberlakukan, Bambang mengatakan, jangan berharap lagi akan ada produk impor ponsel ilegal.
"Kalau IMEI diaktifkan, maka ponsel yang dijual enggak legal, nanti enggak bisa dipakai," kata dia beberapa waktu lalu.
Bambang menjelaskan, pada tahun depan, saat aturan pengaktifan IMEI, maka Kominfo tak perlu memberikan peringatan kepada semua yang terkait dengan peredaran ponsel di Tanah Air. Sebab, pemerintah akan menganggap semua pengusaha, vendor, dan penjual tahu tentang aturan tersebut.
Penindakan terkait aturan itu adalah blokir IMEI pada ponsel ilegal yang masuk ke Indonesia.
Dampak aturan tersebut, kata Bambang, pengguna yang membeli ponsel pintar dari luar negeri dan perangkat tersebut IMEI-nya tak terdaftar, maka ponsel tersebut tidak bisa digunakan di Tanah Air.
Bambang menjelaskan, nantinya aturan IMEI ini juga menjamin tidak akan ada nomor IMEI ganda pada suatu perangkat. Upaya ini menjawab kekhawatiran, IMEI ganda yang saat ini banyak ditemui di pasaran.
"Double IMEI enggak akan ada di perangkat 4G, sebab itu sudah langsung dari global," kata dia.
Menurut Bambang, nantinya nomor IMEI akan diverifikasi oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.
Soal IMEI ini, Vice President Technology and System Telkomsel, Ivan C Permana, mengatakan, untuk eksekusinya tidak mudah dan harus cermat. Butuh sosialisasi penuh ke masyarakat, sebab taruhannya adalah pelanggan.
"Masyarakat enggak salah membeli ilegal, karena enggak tahu, dia beli di konter resmi, misalnya. Yang dirugikan itu masyarakat, bukan operator kalau soal dampak kerugian blokir IMEI," ujar Ivan.
