SOROT 416

Mereka yang Terbuang

Warga eks pengikut Gafatar saat diungsikan dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Sumber :
  • Antara/Jessica Helena Wuysang

Selama gabung dengan Gafatar, ia mengaku banyak melakukan kerja-kerja sosial, mulai dari kerja bakti, membersihkan lingkungan hingga pasar murah dan donor darah. Ia juga rajin ikut diskusi dan seminar yang diselenggarakan ormas tersebut. “Banyak ilmu yang saya dapatkan.”

img_title Layanan 'Take Over' Pembiayaan Dinilai Jadi Solusi Bagi Kebutuhan Dana Tunai Cepat

Ungkapan senada disampaikan Djarot. Ia mengatakan, Gafatar banyak melakukan kerja-kerja sosial. Ia juga kepincut dengan budaya gotong royong yang dikembangkan organisasi ini. Selain itu, Gafatar juga mengajarkan Pancasila dan mencintai Tanah Air. Ia yang semula acuh dan abai dengan Pancasila menjadi cinta dengan dasar negara tersebut. “Saya lebih bisa memahami Pancasila setelah bergabung dengan Gafatar. Padahal dulu saya tidak suka dengan Pancasila,” ujarnya.

Selama bergabung di Gafatar, ia juga banyak belajar. Mulai dari soal kemasyarakatan, kebangsaan hingga pertanian dan bercocok tanam. Tak hanya itu, Gafatar juga rajin mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. “Tercatat sejak 2012 hingga 2015, ada 86 kali bakti sosial yang dilakukan oleh Gafatar di Subang,” ujar mantan petinggi Gafatar Subang ini.

img_title Batas Garis Kemiskinan RI Naik Jadi Rp 669.235/Kapita per Bulan

Sementara, Haris Setiawan mengaku tertarik dengan Gafatar karena kegiatannya bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan dan banyak membantu dan meringankan beban keluarga tidak mampu. "Pada tahun 2012 saya mulai bergabung merupakan saatnya saya senang ikut organisasi. Gafatar yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan sangat menarik hati saya," ujar jebolan UIN Sunan KaliJaga ini kepada VoxPop.co.id, Kamis, 29 September 2016.

Meski Gafatar telah bubar, diakui Haris ada program yang cukup menarik dari Gafatar yakni soal kedaulatan pangan. Menurut dia, itu merupakan program yang menjanjikan ketika Indonesia masih tergantung impor pangan. “Saya memutuskan untuk berangkat ke Mempawah, Kalimantan Barat sesuai dengan hasil rapat bersama,"ujar warga Yogyakarta ini.

img_title Terpopuler: Jay Idzes Resmi Terima Kabar Bahagia dari Juventus, Mees Hilgers Diusir Pelatih FC Twente

Haris menjelaskankan, berangkat ke Mempawah Kalimantan Barat bersama 30 eks Gafatar lainnya dengan menggunakan jalur laut melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pontianak. "Saya memutuskan berangkat pada bulan Oktober 2015 melalui jalur laut. Tiba di Mempawah, Haris mengaku memilih untuk bekerja di lahan dan bukan menyiapkan rumah untuk para pendatang baru eks Gafatar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut