- Antara/Jessica Helena Wuysang
Menurut dia, pembinaan untuk eks Gafatar bukan perkara mudah. Untuk menstabilkan kondisi sosial kemasyarakatannya, pihaknya merangkul ahli agama, tokoh masyarakat untuk membimbing. Bahkan, penanganan eks Gafatar mulai dari biaya makan minum, hingga kebutuhan sekunder, sudah memakan biaya cukup besar. "Anggaran yang sudah dikucurkan itu Rp1,3 milyar. Walaupun sudah diserahkan ke daerah masing - masing, pembinaan masih terus jalan, salah satunya di Bogor.”
Soal janji Kementerian Sosial Republik Indonesia yang akan memberikan santunan Rp10 ribu rupiah perorang selama tiga bulan, menurut Arifin, pihaknya hingga saat ini belum menerima tembusan apapun. "Gak tahu itu, belum nyampe juga. yang pasti di sini program terus berlanjut. Mulai dari program Jamkesmas, pendidikan, PKH bagi ibu hamil. Yang penting mereka bisa kembali bermasyarakat."
Hari beranjak siang. Suratmi segera merapikan pita, jarum, gunting dan sedotan serta peralatan lain. Ia pun masuk ke rumah dan berkemas. Tak lama kemudian, ia membopong kotak plastik berisi barang kerajinan. Barang-barang itu akan ia jajakan di sekolahan.
Usai pamit dengan suami dan tiga anaknya, Suratmi langsung menggenjot sepeda mininya, menuju sekolah tempat ia bisa menjajakan kerajinan pita dan patung mininya.
(ren)
