- ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
"Padahal saya sudah rajin membayar Rp25.000 per bulan, Akhirnya saya pindah rumah sakit dan enggak pakai BPJS," ujarnya menambahkan.
![]()
Seorang peserta BPJS Kesehatan bergegas keluar dari ruangan unit Penanganan Pengaduan di Kantor BPJS Kesehatan Wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu. (21/6). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Direktur RSUD Cengkareng Dr. Sugiono membantah tudingan miring tersebut. Menurut dia, tak semua rumah sakit Mitra BPJS memperlakukan pasien secara buruk dan diskriminatif. "Pada prinsipnya semua rumah sakit itu tidak ada yang menolak pasien. Itu terjadi karena masyarakat sekarang, sakit sedikit saja mereka datang ke rumah sakit," ujarnya kepada VoxPop, Jumat 12 Januari 2108.
Sugiono menjelaskan, dengan adanya BPJS, masyarakat jadi terbuka untuk menggunakan fasilitas itu di rumah sakit dan pelayanan kesehatan lain seperti Puskesmas. Hal itu menyebabkan penumpukan pasien di suatu daerah. Menurut data, pasien BPJS yang datang mencapai seribu orang perhari. “Kalau perhari itu 1000 pasien dikalikan 30 hari dalam sebulan, berarti sekitar 30 ribu berkas yang harus mereka periksa. Jadi menurut saya kalau pun delay-delay sedikit wajar lah," ujarnya membela diri.
Di sisi lain, membeludaknya jumlah pasien itu tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas. "Volumenya juga yang kita pertimbangkan. Pemerintah tidak bisa menambah, kita tidak bisa menambah kapasitas perawatan. Sementara jumlah orang yang sakit itu banyak sekali, sementara kapasitas lahan kita terbatas," ujarnya.
Selain penumpukan pasien, masalah lainnya adalah soal komunikasi. "Komunikasi antara pasien, rumah sakit, dan pihak BPJS atau tripartit juga tidak singkron. Kadang pasien yang langsung kita tangani ternyata penyakitnya tidak masuk atau tidak dicover oleh BPJS."
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menambahkan, setiap hari jumlah pasien yang dilayani di rumah sakit sekitar 500 ribu orang atau 500 ribu pelayanan. “Sampai semester I tahun 2017 itu kita melayani 400 juta lebih orang. Kalau kita bicara mikro, di RSCM itu kita melayani pasien rawat jalan itu 54 ribu orang perbulan, belum lagi pasien rawat inapnya sekitar 3000 per bulan. Itu semua dilayani,” ujarnya kepada VoxPop, Jumat 12Januari 2018.
