Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA.

Kemeriahan Ramadan Hanya Ada di Indonesia

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar

img_title Imam Besar Masjid Istiqlal: Corona Bukan Azab Jangan Dipolitisir

Apa yang bisa dilakukan untuk menekan pertumbuhan mereka?

Jadi hati-hati, kita jangan sampai ada infiltrasi, jangan sampai kita dirusak dari dalam, bukan dari luar. Jangankan ormas-ormas Islam itu, polisi saja bisa dimasukkan dari dalam oleh kelompok JI-JI itu. kan kita tahu itu kepolisian saja masih bisa terjangkiti virus-virus teroris kan. Apalagi kita, mesjid-mesjid kita itu hati-hati, mereka perlu diwaspadai memang. Anda bisa bayangkan ada pengurus mesjid yang ibadahnya dilihat sangat rajin, sangat baik dengan orang sekitar, dia rajin membersihkan kloset mesjid misalnya, dan ketika imam mesjidnya berhalangan hadir, anak muda ini naik tampil, dan bacaan qurannya itu bagus, tartilnya bagus, jatuh cintalah jamaahnya. Atau khotibnya berhalangan hadir, naik anak muda ini, kemudian setelah jamaahnya mendengar, oh ternyata pidatonya bagus, maka jemaah jatuh cinta. Jangan lupa mereka itu juga bagus-bagus loh.

img_title Imam Besar Masjid Istiqlal: Indonesia adalah Satu Bangsa

Nah, lama kelamaan, bukan lagi jemaahnya yang hilang, tapi mesjid dan jamaahnya bisa hilang. Dia atur ini, atur itu, jadi infiltrasi atau transformasi ideologis itu jangan sembarangan, dia bisa berproses melalui apa yang kita pikirkan. Dan itu yang saya cermati.

Apa yang Anda lakukan dengan Istiqlal untuk membentengi dari paham garis keras?
Begitu juga dengan saya di Istiqlal ini. Saya mohon maaf harus saya sampaikan, saya harus memproteksi Istiqlal, jangan sampai nanti masuk angin. Cuma ya tantangannya tidak sedikit, Anda tahu kan. Tapi bagi saya, "I don’t care about that." Saya tidak punya beban, mau saya dicopot kek, saya tidak perduli, saya tidak pernah minta jabatan ini kok. Tapi kalau saya dipercaya, ini prinsip saya, kalau saya dipaksa membelokkan langkah saya menjadi liberal, atau menjadi fundamentalis, no way! Saya akan pasang badan di sini. Istiqlal tidak boleh jatuh ke tangan radikal, tidak boleh  jatuh juga ke tangan sekuler. Shirothol mustakimnya adalah NKRI, Pancasila itu.

img_title Cerita Imam Besar Masjid Istiqlal Tolak Undangan Israel

Ada pesan yang ingin Anda sampaikan untuk masyarakat di Hari Raya Idul Fitri tahun ini?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut