Kemeriahan Ramadan Hanya Ada di Indonesia
- VoxPop/M Ali Wafa
Bagaimana cara membedakan mereka?
Cara membedakannya hanya itu, ada orang yang bangga punya Merah Putih, bangga punya Indonesia, bangga dengan sistem Undang-undang Dasar 45, atau paling tidak kalaupun tidak bangga, dia berpikir "I dont care about my konstitusi," yang penting saya bisa mengamalkan. Tapi kalau kelompok kecil ini, ya memang harus NII (Negara Islam Indonesia), dia tidak akan pernah berhenti bergerak sebelum NII itu berdiri. Nah, bagi kelompok yang keislamannya sedang membengkak ini, dia juga bisa bilang I dont care about NII, aku Pancasila, yang penting aku jangan dihalangi untuk mengaktualisasikan agamaku. Nah, bagi saya kelompok ini perlu dipupuk.
Tapi untuk semua kelompok yang bisa merontokan NKRI itu yang perlu diwaspadai. Itu yang perlu dibina dengan baik, jangan juga diperangi terus menerus seperti teroris, jadi jangan sampai nanti justru dimanfaatkan oleh kekuatan lain. Seperti di negara lain kan, kenapa Irak itu bisa jatuh, karena selain konflik internal negaranya, tentu karena ada suntikan dana dari negara lain untuk menggulingkan pemerintahannya. Kenapa Suriah bisa begitu? Karena ada kepentingan negara lain. Jadi apalagi dengan Indonesia yang negaranya kaya seperti ini, berbagai macam cara orang akan berupaya untuk merampas, mempreteli, atau mengkavling-kavling Indonesia. jadi kesimpulan saya, selama umat Islam yang moderatnya kuat di indonesia, maka upaya-upaya perpecahan di Indonesia itu pasti akan terus terjadi. Tapi kalau Islam Moderat di iIdonesia mulai tergerus, itu berarti indonesia terancam.
Apa peran yang harus dilakukan pemerintah, ormas-ormas Islam untuk meminimalisir kebangkitan gerakan garis keras itu di indonesia?
Sebetulnya visi misi NU dan Muhamadiyah, dan ormas Islam lainnya itu sudah bagus dan benar. Tapi yang penting ormas-ormas Islam itu jangan ada yang masuk angin. Nah, ini kan juga berpotensi masuk angin, Muhamadiyahnya maupun NU nya juga demikian. Jadi jangan sampai mereka teledor, sebab pekerjaan mereka itu harusnya seperti virus, bagaimana ajaran atau pemahaman-pemahaman kebangsaannya itu bisa masuk ke pikiran masyarakat luas. Apalagi kalau sampai masuk pengurusnya itu ke dalam pengurus ormas-ormas itu, kan jadi berbahaya.
