Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA.

Kemeriahan Ramadan Hanya Ada di Indonesia

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Kemudian, kalau kita bicara tentang kesetaraan gender, Indonesia juga sudah selesai. Bahkan kata Hillary Clinton, siapa pun yang ingin belajar tentang gender, datanglah ke Indonesia. artinya bukan hanya dunia Islam, tapi dunia barat juga melihat Islam di indonesia hari ini. Jadi, isu-isu kemanusiaan itu sudah selesai di Indonesia. Dan tidak bisa orang mengatakan Islam bertentangan dengan HAM, buktinya di Indonesia bisa jalan tuh. Islam bertentangan dengan kesetaraan gender, buktinya di Indonesia bisa jalan tuh, Megawati bisa jadi Presiden di negara yang penduduknya beragama Islam terbesar.

img_title Terpikat Muslimah Baik, Pria Korsel Ikhlas Pindah Agama

Kalau islam bertentangan dengan demokrasi? Di Indonesia sistemnya one man one vote, lebih demokrasi dari pada negara Amerika mestinya kita ini. Islam bertentangan dengan apa lagi? Islam bertentangan dengan sistem perekonomian modern? Sekarang ini da tiga negara Islam yang masuk ke dalam G20, yaitu Indonesia, Turki, dan Saudi Arabia. Berarti kita sudah lewat itu yang namanya perdebatan soal sistem ekonomi kan. Meskipun ada sedikit dinamika liberal, konservative, tapi kan itu dinamika saja, dan dimanapun dinamika itu ada saja.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar

img_title Istiqlal Bisa Jadi Kiblat Peradaban Umat Islam Dunia

Artinya menurut Anda umat Islam di Indonesia sudah menjadi rujukan di dunia?

Iya. Pernah ada teman saya datang dari Saudi Arabia, disertasinya tentang Indonesia. Dia katakan, kiblatul muslimina fil ibadah yakni Makkatul Mukaramah. Waa kiblatul muslimina fil habarah yakni Indonesia. Jadi kiblat umat muslim untuk ibadah itu ada di Saudi Arabia, karena di sana ada Mekkah. Tapi kiblat peradabannya ada di Indonesia.

img_title Reaksi Warga Vietnam usai Tim Asuhan Kim Sang-sik Bungkam Timnas Indonesia 3-0 di Pakansari, Singgung Raja ASEAN

Tak ada satupun negara Islam di muka bumi ini yang bisa menampilkan diri sebagai trensetter peradaban dunia Islam modern selain Indonesia. Turki masih banyak persoalan di internal Turkinya sendiri, jadi masih distigma sekuler. Berbeda dengan Indonesia, Indonesia tidak bisa dicap sebagai negara sekuler, indonesia juga tidak bisa disebut negara fundamental. Indonesia adalah negara Pancasila, dan Pancasila adalah Islami, bukan negara islam.

Jadi representasi ideal konsepsional, modern itu adalah Indonesia, bukan negara lain. Mesir kemarin sebetulnya, tapi ternyata Mesir masih  terkontaminasi dengan politik lokal, karena dia tetanggaan dengan Irak, tetanggaan dengan Israel, mau tidak mau Mesir subyektif. Sama dengan Eropa, apalagi dengan Turki. Turki itu kan tetanggaan langsung dengan Irak, jadi bisa dikatakan. jika itu letusan maka abunya itu masih kena. Tapi kalau kita? kita tetanggan dengan laut, tidak ada pengaruhnya dari Irak, Iran, dsb itu. jadi hanya kita, Indonesia lah yang paling Islami.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut