Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA.

Kemeriahan Ramadan Hanya Ada di Indonesia

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia, mereka sudah selesai sebagai tempat melahirkan Islam. Nah, untuk mengayomi, membina, mempromosikan Islam ke depan, itu harus keluar dari Saudi Arabia. Kan dalam sejarah jelas, Islam “numpang” lahir di Mekkah, kemudian hijrah ke Madinah. Begitu Muawiyah berhasil mengambil kekuasaan, pindah ke Syiria. Begitu Muawiyah kalah oleh Abbasiyah dipindah lagi ke Baghdad. Begitu Baghdad hancur, pindah lagi ke Turki Usmani. Turki Usmani setengah hidup, menyebar intelektualitasnya ke Mesir, kejayaannya kembali ke Wahabi yaa Saudi Arabia. Tapi kedepan ini, giliran Indonesia. Indonesia lah yang mampu mengakomodir keseluruhan atau totalitas kepentingan kebutuhan dunia Islam di masa depan.

img_title Imam Besar Masjid Istiqlal: Corona Bukan Azab Jangan Dipolitisir

Menurut Anda, bagaimana peran umat Islam Indonesia di dunia?

Saya sering mengatakan, seandainya tidak ada umat Islam indonesia, maka kesimpulan orang di dunia terhadap Islam adalah Islam itu  agama teroris. Buktinya itu banyak, dimana-mana dan atas nama Allah, atas nama Alquran, atas nama Islam melakukan pembantaian, pengeboman, dan lain sebagainya. Tapi dengan hadirnya islam di Indonesia, maka negeri ini berperan sebagai representative sebagai umat Islam terbesar di dunia.

img_title Imam Besar Masjid Istiqlal: Indonesia adalah Satu Bangsa

Jadi anggapan Islam sebagai teroris  itu terpatahkan semuanya itu. Di dunia Islam itu, ada wacana mana agar demokrasi itu bisa diterima dengan sejati. Nah, indonesia mampu memparalelkan diri antara Islam dan konsep demokrasi modern-nya. Jadi islam dan demokrasi,sudah lewat itu. Di Indonesia tidak ada wacana lagi, sudah selesai itu semua. Begitu juga dengan Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM). Di Indonesia itu Islam dan hak asasi manusia sudah lewat, sudah selesai itu.

Bagaimana dengan Sistem perekonomian dan isu kemanusiaan?
Sistem perekonomian modern, sudah lewat juga itu. Kita tak usah berkutat dengan sistem ekonomi apa yang mau kita gunakan, dan lain sebagainya itu. Buktinya kita bisa. Di Indonesia ada perbankan syariah, kita buktinya bisa paralel dengan Bank konvensional, dan user nya juga lebih banyak China dari pada orang pribumi. Itu artinya apa? Bahwa islam itu dapat diterima oleh semua pihak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Cerita Imam Besar Masjid Istiqlal Tolak Undangan Israel
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut