Kemeriahan Ramadan Hanya Ada di Indonesia
- VoxPop/M Ali Wafa
Nah sekarang yang menjadi Ketua Majelis Ulama itu otoritas kampus, kalau dulu Ketua MUI itu menjadi otoritas para kyai-kyai. Artinya hari ini ada pergeseran di MUI, di mana elit pesantren “digeser” oleh elit kampus. Itu seperti dalam penelitian Prof. Hasan Walinono, sekarang ini telah terjadi pergeseran-pergeseran elit yang tadinya diisi oleh elit-elit pesantren, sekarang ini muncul elit-elit baru dari kampus-kampus, yang lebih sistematis, lebih profesional, lebih rasional, dan vocabnya juga lebih internasional, dan tidak sarungan. Tapi ini kompatible dengan zaman now.
Bagaimana Anda melihat peran MUI sekarang ini?
MUI adalah lembaga poin yang sangat penting. Di sana itu bisa melebur semua mazhab-mazhab yang ada. Ada al-Washliyah, ada Persis, ada Tarbiyah, ada Muhammadiah, ada NU, dan lain sebagainya. Dan itu semua dirangkul dan bernaung semuanya di dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi peranan Majelis Ulama ini menjadi meeting port, menghimpun semua yang berserakan ini, yang sangat besar. Di negara lain itu tidak ada Majelis Ulama, adanya Majelis Fatwa, tapi itu dikuasai oleh Mazhab tertentu, kalau kita tidak.
Lalu kita juga punya IAIN/UIN/STAIN. Ini penting. IAIN, UIN dan STAIN ini memberikan proses pengakaran baru terhadap dunia keilmuan Islam di nusantara ini, jadi ini luar biasa. Dari Pondok pesantren masuk ke IAIN atau UIN, dan sekarang IAIN atau UIN ini sudah masuk ke kelas menengah ke atas. Alumni UIN ada yang jadi diplomat, ada Jenderalnya, ada birokratnya, yang jadi ulama sudah pasti banyak kan. Jadi masa depan itu sebetulnya itu bisa dikuasai oleh santri. “Santri” atau orang yang memiliki kesadaran keislaman tanpa menutup diri dari teman-taman agama lain, tetapi proporsional.
Menurut Anda, para Santri sudah siap memimpin negeri?
Wajarkan kalau yang jadi pemimpin di Indonesia ini orang Islam, karena kan mayoritas juga Islam. Seperti di Amerika juga, mana ada menteri beragama Islam di sana? Tapi kita sangat bisa, meskipun negara kita ini mayoritas Muslim, tapi tetap saja kita masih bisa merangkul, mengakomodir teman-teman dari agama lain. Jadi kita itu sebetulnya lebih moderat dari pada Amerika. Amerika mana ada menterinya dari Muslim? walaupun ada Senatnya dari Muslim sekarang ini ya. Kalau di Eropa masih ada. Tapi point yang ingin saya katakan, bahwa indonesia itu adalah kiblat peradaban Islam modern.
