SOROT 352

Mudik Asyik di Selatan Jawa

Pos penjagaan pertama di Masjid Tiban, Turen, Malang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dyah Ayu Pitaloka

Tiba-tiba, Kyai Pasir menemukan sebuah telur yang berukuran besar, tidak seperti telur ayam pada umumnya.
 
Telur ini lantas dibawa pulang. Kepada istrinya, Kyai Pasir menyuruh untuk memasak telur temuan ini, untuk santapan siang. Setelah masak, telur rebus ini dibelah menjadi dua, separuh untuk Nyai Pasir, dan separuhnya untuk Kyai Pasir.
 
Usai menyantap telur, Kyai Pasir merasakan keanehan pada tubuhnya, merasa gatal dan sakit. Begitu pun yang terjadi pada Nyai Pasir. Keduanya menggosok badannya ke tanah karena gatal. Namun, lama kelamaan wujud mereka berubah menjadi naga yang besar.
 
Rasa gatal itu masih tetap ada, meski wujud mereka menjadi dua ekor naga. Akibat gosokan tubuh mereka ke tanah, lambat laun tanah menjadi seperti tergali oleh tubuh mereka, dan menjadi seperti cekungan besar. Cekungan inilah yang sekarang dipercaya sebagai telaga Pasir, atau dikenal dengan telaga Sarangan.
 
Kini, Telaga Sarangan telah berubah. Banyak hotel dan penginapan tersedia di sekitar telaga ini. Keindahan alam dan suhunya yang sejuk, menjadi magnet tersendiri untuik menikmatinya.
 
Guna mengelilingi telaga yang luasnya sekitar 30 hektare ini, tersedia kuda yang siap mengantar berkeliling. Ini akan menjadi pengalaman tersendiri, apalagi jika sudah terbiasa berkuda sendirian. Namun, jika belum terbiasa, para pemilik kuda akan rela mengantar berkeliling Telaga Sarangan.

Untuk menyewa kuda satu kali keliling telaga, biasanya seharga Rp60 ribu, namun masih bisa ditawar.

Cara lain berkeliling telaga adalah dengan menggunakan speedboat. Namun, jangan lupa memakai jaket pelampung, selain untuk keselamatan, jaket ini juga bisa menahan dari rasa dingin. Telaga Sarangan berada pada ketinggian 1.287 meter dpl bersuhu sejuk antara 18°C-25°C.

Sama seperti kuda, harga sewa speedboat adalah Rp60 ribu untuk satu kali putaran mengelilingi telaga. Speedboat bisa menampung 4 penumpang.

Lelah berkeliling dengan kuda dan speedboat? Kini saatnya mencoba makanan khas di lereng Gunung Lawu, yakni satai kelinci yang disajikan dengan bumbu kacang. Namun, bagi yang tidak suka daging kelinci, para penjual juga menyediakan satai ayam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Mencicipi Kuliner Martabak Orins Gondangdia
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut