- VoxPop.co.id/Dyah Ayu Pitaloka
![]()
Tempe gembus yang dibakar ini kemudian disiram bumbu kacang pedas manis yang dicampur daun jeruk, sehingga menggugah selera. Secara rasa, sate kere ini memang mengundang lidah untuk menyantapnya. Tetapi secara tampilannya, tak membuat tergoda menyantapnya. Jadi jika benar-benar ingin menikmati sensasinya sebaiknya langsung melahapnya.
Guna menikmatinya, sate kere dibanderol dengan harga Rp15 ribu per porsi. Satu porsi ada 10 tusuk tempe gembus.
Yu Rebi menuturkan, awalnya ia berjualan sate kere secara keliling pada 1965. Kemudian, mulai tahun 1988, ia memilih membuka warung di Penumping. Jika dirunut, neneknya Yu Rebi juga menjual sate kere. Keterampilan membuat sate kere itu menurun ke ibunya dan kemudian Yu Rebi.
"Dulu simbah, ibu juga berjualan sate kere secara berkeliling. Ini resepnya lama, sejak dari simbah. Jadi sudah turun temurun," kata Yu Rebi.
Selain sate kere, Yu Rebi juga menawarkan sate jeroan, seperti usus, daging sapi, dan kikil. Tapi untuk sate jeroan, harganya Rp30 ribu.
Madiun
Wisata Alam
Telaga Sarangan
Jalan Yos Sudarso 80, Kecamatan Madiun
Telaga Sarangan, terletak sekitar 16 km dari Kota Magetan, Jawa Timur. Telaga ini menjadi magnet tersendiri bagi warga Magetan dan sekitarnya, maupun warga yang melintas dari Karanganyar, Jawa Tengah menuju Jawa Timur yang melewati Magetan.
Selain dekat, Telaga Sarangan menyajikan pemandangan yang elok, serta berbagai hal yang bisa dinikmati saat singgah di telaga yang berada di sebelah timur Gunung Lawu ini.
Telah banyak dipublikasi, legenda atau cerita rakyat tentang asal muasal terbentuknya Telaga Sarangan ini. Sebutan lain Telaga Sarangan adalah Telaga Pasir, ini berkaitan dengan legenda tersebut. Konon, telaga ini terbentuk berawal dari sepasang suami istri bernama Kyai dan Nyai Pasir yang mendiami lereng Gunung Lawu ini.
![]()
Pemandangan alam di Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Foto: VoxPop.co.id/Adib Ahsani
Pasangan suami istri ini, sehari-hari hanya bercocok tanam dan berburu di sekitar Gunung Lawu. Suatu hari, Kyai Pasir membuka ladang baru yang terletak di lereng sebelah timur Gunung Lawu.
