- VoxPop.co.id/Dyah Ayu Pitaloka
![]()
"Di Jejamuran Resto ini menjual keripik, satai, rendang, sop, pepes, gudeg, dan minuman yang ditambah jamur seperti summer breeze," kata Lilik, supervisor Jejamuran.
Jejamuran Resto mulai melayani pembeli pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Para pembeli sebelum menyantap makanan yang dipesan, juga bisa melihat budidaya jamur yang juga digunakan untuk bahan menu yang dijual di Jejamuran Resto.
"Tempat budidaya jamur berada di belakang restoran. Di lokasi tersebut pembeli bisa melihat bagaimana cara budidaya jamur dan bagaimana memperlakukan jamur agar dapat menghasilkan jamur yang baik dan layak konsumsi," ujarnya.
Harga pun masih sesuai kantong, yakni sekitar Rp8-15 ribu per porsi.
Solo
Wisata museum
Lokananta
Jalan A Yani 379, Solo, Jawa Tengah
Ingin menikmati wisata sejarah khusus tentang industri musik di Indonesia, maka Lonananta menjadi tempat yang tepat. Lokananta merupakan titik nol dari sejarah industri musik di Indonesia.
Lokananta dibangun oleh R Maladi dan diresmikan Presiden Soekarno pada 28 Oktober 1956. Titik Sugianti, Humas Lokananta menceritakan, Lokananta awalnya merupakan perusahaan negara yang menyebarkan transkrip dari RRI ke radio lain.
"Makanya di sini banyak transkrip atau dokumen rekaman dari lagu-lagu etnik," ujar Titik kepada VoxPop.co.id, belum lama ini.
Beriringan dengan waktu, Lokananta berada di bawah Departemen Penerangan. Mulai saat itu, Lokananta memiliki hak untuk menggandakan piringan hitam. Selain itu, menyediakan studio rekaman.
![]()
"Di sini studio rekaman pertama di Indonesia. Studio rekamannya termasuk untuk akustik recording, gamelan dan orkestra," ujarnya. Beberapa artis lawas pernah melakukan rekaman di sini. Mulai dari almarhum Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bob Tutopoly, dan Bing Slamet.
"Di sini terkumpul puluhan ribu transkrip lagu dari berbagai genre, mulai lagu pop, folk song, dan lagu religi," kata dia.
Merujuk pada sejarahnya, maka pengunjung Lokananta diajak untuk flash back perkembangan musik Indonesia. Pengunjung bisa menikmati studio rekaman, melihat alat perekam kuno, mendengarkan lagu-lagu lawas, melihat koleksi vinyl, dan ruang mastering lagu.
Menariknya alat perekam kuno ini, menggunakan mixer buatan London bermerek Trident. Dan juga speaker merk JBL, yang hanya ada dua di dunia, satu di Indonesia dan satu di Inggris.
