SOROT 352

Mudik Asyik di Selatan Jawa

Pos penjagaan pertama di Masjid Tiban, Turen, Malang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dyah Ayu Pitaloka

Suasana pagi hari di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Garut

img_title Mencicipi Kuliner Martabak Orins Gondangdia
Suasana pagi hari di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Garut. Foto: VoxPop.co.id/Diki Hidayat

Terdapat dua waktu yang paling cocok untuk menikmati indahnya Pantai Santolo dengan pemandangan air yang berwarna biru pekat pada sore dan pagi hari. Tak heran jika di sekitar Pantai Santolo terdapat penginapan-penginapan sederhana dengan tarif yang sangat murah.

Saat singgah, pengunjung juga bisa berkeliling pantai menggunakan perahu. Sementara itu, mereka yang ingin mengisi perut bisa mencicipi hidangan kuliner boga bahari.

Pantai ini berjarak sekitar 90 km dari kota Garut, atau sekitar 3 km dari ibu kota Kecamatan Pameungpeuk. Pengunjung juga bisa sekalian singgah ke Pantai Sayang Heulang, yang berjarak hanya beberapa kilometer.

img_title Brongkos Koyor Handayani yang Ngangenin

Yogyakarta

Wisata alam dan museum

Museum Ullen Sentalu
Kaliurang, Sleman

Libur Lebaraan, Yogyakarta pasti dipadati dengan wisatawan yang akan berkunjung ke berbagai objek wisata yang sudah tak asing bagi wisatawan dari luar Yogya. Kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan hingga Candi Borobudur bakal sesak dipenuhi pengunjung.

Namun, tak ada salahnya jika bersama keluarga, apalagi yang masih mempunyai anak yang sedang belajar di tingkat SD hingga SMA menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang berlokasi di kawasan Wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman.

Di Museum Ullen Sentalu ini, anak-anak bisa belajar budaya Jawa untuk menambah ilmu pengetahuan sejarah sejak Kerajaan Mataram Islam hingga Kasunanan Surakarta, Keraton Yogyakarta serta Puro Pakualaman. Selain itu, banyak koleksi batik gaya Yogyakarta dan Surakarta yang dipajang di museum bergaya arsitektur gotik ini.

Ratna, staf Museum Ullen Sentalu, mengatakan, biaya masuk ke museum sebesar Rp30 ribu untuk dewasa, Rp15 ribu untuk anak-anak dan wisatawan asing Rp50 ribu.

Museum Ullen Sentalu di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

img_title Ini Lima Tren Wisata Kuliner 2016
Museum Ullen Sentalu di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: VoxPop.co.id/Daru Waskita

"Setiap rombongan maksimal 25 orang akan didampingi satu orang pemandu untuk berkeliling di 3 objek wisata yang ada di dalam museum Ullen Sentalu," kata Ratna kepada VoxPop.co.id, belum lama ini.

Di dalam Museum Ullen Sentalu terdapat 3 area yang dapat dikunjungi oleh wisatawan dengan pemandu, yakni area Gua, Kampung Kambang, dan area Arca.

Namun, wisatawan dilarang mengambil gambar ataupun merekam video sembarangan. Tapi, pemandu akan memberi tahu area tertentu yang boleh diabadikan dengan kamera atau video.

"Jadi, saat masuk museum, pemandu akan memberitahu area mana yang tidak boleh diambil fotonya dan area mana yang bisa diambil foto atau direkam menggunakan video," ucapnya.

Ullen Sentalu beroperasi mulai Selasa hingga Jumat dengan waktu terakhir pembelian tiket pada pukul 15.30 WIB setiap harinya. Seluruh tur berakhir pada pukul 16.00 WIB. Sementara itu, di akhir pekan, jam buka tiket terakhir pada pukul 16.30 WIB dan tur dilakukan hingga pukul 17.00 WIB.

"Jika ingin maksimal berkeliling di museum Ullen Sentalu, sebaiknya membeli tiket jauh-jauh sebelum jam tiket terakhir dibuka, sehingga bisa melakukan area tur hingga 50 menit dan semua area bisa dikunjungi," ucapnya.

Sayang, museum ini justru lebih banyak dikunjungi wisatawan asing, dibanding domestik. "Justru wisatawan asing banyak tertarik dan ingin mengetahui sejarah serta koleksi-koleksi benda-benda cagar budaya yang bernilai tak terhingga di museum Ullen Sentalu ini," kata Etri, yang juga staf museum Ullen Sentalu.


Air Terjun Kedung Pedut
Desa Girimulyo, Kulonprogo

Berkunjung ke Yogya saat libur Lebaran tak lengkap jika tidak mengunjungi objek wisata yang masih perawan dan sangat memanjakan mata untuk menikmatinya. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kedung Pedut yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh, tepatnya di Dusun Kembang, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatimulyo, Kabupaten Kulonprogo.

Kasi Objek dan Sarana Prasarana Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kulonprogo, Kuat Tri Utomo, mengatakan, meski baru dirilis pada Januari 2015 lalu, namun jumlah pengunjung air terjun perawan ini semakin banyak. Hal ini tidak lepas dari air terjun yang punya dua warna yaitu air jernih dan air yang berwarna hijau toska.

"Banyak yang penasaran, karena di air terjun Kedung Pedut ada dua warna yang tak temui di daerah lain," kata Kuat, baru-baru ini.

Objek wisata Kedung Pedut tarif retribusi masuk relatif murah. Hanya dengan Rp5.000 sudah termasuk parkir sepeda motor.

"Dengan Rp5.000 sudah bisa menikmati keindahan air terjun dan pemandangan alam yang masih alami," ujarnya.

Subowo, pengelola air terjun Kedung Pedut, mengatakan, warna air terjun tersebut bisa berubah-ubah. Jika pagi hari berwarna bening hingga dasar sungai kelihatan, pada siang hari warnanya akan menjadi kebiruan dan sore hari akan cenderung hijau.

Untuk sampai ke objek wisata Kedung Pedut, wisatawan dimudahkan dengan dibangunnya jembatan yang terbuat dari bambu. Bangunan jembatan dari bambu juga memperhitungkan faktor estetika, sehingga punya ciri khas tersendiri.

"Dari tempat parkir menuju objek wisata, pengunjung harus berjalan sekitar 400 meter. Jalan setapak sudah dibuat cukup baik dan sepanjang perjalanan pengunjung akan menemukan beberapa air terjun seperti Kedung Merak, Kedung Merang, dan Kedung Lanang," ujar Subowo.

Untuk semakin memanjakan wisatawan, pengelola objek wisata juga menyiapkan bangunan gardu pandang untuk menyaksikan keindahan Kedung Pedut dari atas bukit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut