SOROT 352

Mudik Seru Jalur Pantura

Bangunan Museum Ranggawarsita, Semarang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dwi Royanto

Menjelajahi Masa Lalu di Kota Lama

img_title Ke Prancis, Perjalanan Tak Boleh Berhenti Hanya di Eiffel

Sebagai kota tua di Jawa Tengah, Semarang memiliki sejarah panjang. Hal itu dibuktikan dengan peninggalan besar selama ratusan tahun berupa Kota Lama Semarang.

Lokasi yang pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda pada masanya tersebut kini menjadi buruan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk kegiatan berlibur.

img_title Djarot Tak Mau Jakarta Jadi Tempat Simpan Istri Muda

Tak terkecuali musim libur Lebaran, sejumlah bangunan di Kota Lama Semarang selalu menjadi favorit warga Jawa Tengah yang mudik di kampung halaman.

Selain keindahan, wisata di pusat kota berjuluk Lumpia itu hingga kini masih menyimpan segudang cerita.

img_title 'Pemudik Kini Pintar, Lebaran Pertama di Jakarta Dulu'

Kota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. Bagunan-bangunan kuno nan eksotis dan megah era Kolonial Belanda itu kini masih terawat dengan baik oleh pemerintah terkait.
Kawasan Kota Lama Semarang mendapat julukan sebagai Little Netherland.

Sebab, lokasinya yang dikelilingi kanal-kanal dengan bangunan berlanggam Eropa menjadikan kawasan ini mirip sebuah kota layaknya berada di sebuah miniatur negeri Belanda.

Di antara bangunan-bangunan kuno itu antara lain;  Gereja Blenduk, Gedung Marabunta, Stasiun Tawang, Polder Tawang, Gedung Marba, Kantor Pos Pusat, Samudera Indonesia, Lawang Sewu, Djakarta Lloyd dan juga Titik Nol KM Semarang.

Bangunan Gereja Blenduk di Kota Lama, Semarang

Bangunan Gereja Blenduk di Kota Lama, Semarang. Foto: VoxPop.co.id/Dwi Royanto

Selain bangunan itu, sejumlah bangunan kecil-kecil lain di Kota Lama juga masih banyak mempertahankan bentuk asli. Satu dari bangunan tua Kota Lama, Gereja Blenduk mungkin salah satu yang menjadi favorit dan populer di kalangan wisatawan.

Sebab, bangunan yang berusia lebih dari dua setengah abad itu kini masih berdiri kokoh dengan sejarah yang melingkupinya. Gereja Protestan yang memiliki nama asli 'Nederlandsch Indische Kerk' itu hingga kini masih digunakan sebagai tempat ibadah. Bahkan bangunan unik itu menjadi 'Landmark' Kota Lumpia Semarang.

Menurut sejarahnya, penamaan Gereja Blenduk karena bangunan atap berbentuk kubah berwarna merah bata. Arsitektur kubah itu sendiri terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut