- VoxPop.co.id/Dwi Royanto
Menurut budayawan Sunda, yang juga sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, nama sate maranggi tidak lepas dari asal mula awalnya sate itu berada. Pada awalnya nama sate maranggi tercetus dari nama seorang penjual sate, bernama Mak Ranggi yang berjualan sate di daerah Cianting, Purwakarta.
Saking terkenalnya sate dari Mak Ranggi saat itu, sampai akhirnya nama sate asal Purwakarta itu diberi nama Maranggi.
“Pada ratusan tahun lalu, Mak Ranggi sangat dikenal akan kelezatan satenya hingga menjadi buah bibir, sehingga dengan tidak sengaja, ketika menyebutkan sate pasti diakhiri dengan sebutan Maranggi,” ujar Dedi.
2. Cirebon
Menilik kendaraan antik di Keraton Kasepuhan
Setelah Purwakarta, jalur mudik berikutnya yang sudah pasti dilalui oleh banyak pemudik adalah Cirebon. Jika hari masih terang, cobalah singgah ke salah satu objek wisata di daerah ini. Salah satunya adalah Keraton Kasepuhan.
Di Keraton Kasepuhan terdapat kereta kencana ‘Singa Barong’. Kendaraan dari abad ke-15 ini sudah menggunakan roda empat dan ditarik menggunakan hewan.
“Dibuat oleh putra asli Keraton. Kereta ini fungsinya untuk kirab. Ditarik oleh empat ekor kebo bule,” ujar pemandu wisata Keraton Kesultanan Cirebon, Elang Herianto.
Elang menuturkan bahwa kereta kencana ‘Singa Barong’ pernah diteliti oleh para ahli dari Belanda pada tahun 1991. Para ahli berpendapat bahwa kereta kencana itu telah memiliki teknologi yang cukup canggih pada masanya.
![]()
Kereta kencana ‘Singa Barong’ di Keraton Kasepuhan, Cirebon. Foto:
VoxPop.co.id/Al Amin
Sebagai contoh, kereta ‘Singa Barong’ memiliki warna yang sempurna karena dilapisi serbuk intan, emas. Selain itu, kendaraan tersebut juga mempunyai suspensi sempurna yang dapat meredam guncangan kereta saat melalui jalanan berbatu atau rusak.
"Kereta ini juga memiliki kemudi yang menggunakan sistem hidrolik, sehingga mudah dikemudikan oleh kusirnya. Bahkan kedua sayap yang dimiliki oleh kereta ini dapat bergerak, seperti kepakan saat kereta berjalan," ucap Elang.
Sementara itu, wajah kereta kencana ‘Singa Barong’ merupakan perwujudan tiga binatang yang digabung menjadi satu, yakni gajah dengan belalainya, bermahkotakan naga dan bertubuh hewan burak.
