SOROT 352

Mudik Seru Jalur Pantura

Bangunan Museum Ranggawarsita, Semarang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dwi Royanto

Daerah sekitar Situ Wanayasa memiliki ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 17 sampai dengan 20 derajat celsius.

img_title Polda Metro Larang Takbiran Keliling di Jakarta

Kebanyakan pengunjung datang ke sini bersama keluarganya untuk sekadar makan bersama di tengah-tengah pulaunya. Banyak juga pasangan muda-mudi yang mengisi liburan mereka di sini. 

Biasanya mereka menikmati keindahan panorama Situ Wanayasa dengan menaiki sepeda air bersama pasangannya. Dan, serunya juga ada pengunjung yang sengaja datang hanya untuk memancing ikan.

img_title Ngebut, Bus Mudik Tujuan Wonosobo Terjun ke Sawah

Tampak di sekeliling situ ini pedestrian yang tertata apik. Warga sekitar biasanya menggunakan pedestrian sebagai trek jogging. Tidak heran setiap pagi akhir pekan lokasi ini selalu dipenuhi oleh warga yang sedang berolahraga.

Situ Wanayasa berada di jalur wisata Purwakarta–Wanayasa–Jalan Cagak (Subang)–Bandung. Jadi, jika dari Jakarta dan ingin merasakan sensasi lain perjalanan ke Bandung sangat tepat bila memilih untuk melalui jalur ini.

img_title Imbauan Mudik Kapolri, Cek Kondisi Kendaraan

Selain bisa mengunjungi Situ Wanayasa, perjalanan juga akan mengasyikan karena udaranya sejuk, pemandangan alam yang menakjubkan dan hamparan sawah yang luas tersaji sempurna.

Sentra Keramik Plered yang terlupakan

Plered sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil keramik.  Tepatnya di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Purwakarta,  Jawa Barat, berbagai bentuk dan ukuran keramik dibuat. Mulai dari yang kecil, sedang, hingga berukuran besar dengan berbagai aneka desain.

Beragam model guci juga tersedia di sini. Namun sayang, komoditi yang semestinya menjadi wisata altenatif ini semakin lama semakin sepi pengunjung.

Keramik yang dihasilkan Plered biasanya dijual ke beberapa kota lain, termasuk Jakarta. Sebagian bahkan menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di daratan China, maupun Eropa, seperti Belanda dan Rusia.

Bila berkunjung langsung ke lokasi pembuatan keramik plered, selain dapat menyaksikan langsung pembuatan keramik, pengunjung juga bisa mendapatkan harga yang boleh dibilang cukup murah. Ada yang dijual mulai dari harga Rp5.000, sampai ratusan ribu rupiah.

Berbagai jenis kermaik dipajang di Sentra Keramik Plered, Purwakarta

Berbagai jenis kermaik dipajang di Sentra Keramik Plered, Purwakarta. Foto: VoxPop.co.id/Jay Ajang Bramena

Seperti keramik jenis pot dengan model sederhana misalnya, hanya dijual Rp5.000, sedangkan pot ukuran sedang berbentuk buah-buahan dijual dengan kisaran harga Rp6.000, sampai Rp7.000. Begitupun dengan celengan, mulai dari yang berbentuk hewan dan buah, hanya dijual seharga Rp8.500.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut