- VoxPop.co.id/Dwi Royanto
“Fosil gading gajah ini ditemukan di hutan petak nomor 21 Desa Terban Kecamatan Jekulo kabupaten Kudus. Sekarang, benda tersebut menjadi koleksi Museum negeri Ronggowarsito Semarang,” kata Yanti, petugas museum Patiayam.
Temuan lain adalah sisa-sisa manusia purba Erectus yang berupa satu buah gigi prageraham bawah dan 7 buah pecahan tengkorak manusia, ditemukan oleh Dr. Yahdi Yain dari Geologi ITB Bandung tahun 1979. Fosil-fosil yang ditemukan di Situs Patiayam ini menunjukkan bentang usia dari 1 juta tahun hingga 500.000 tahun yang lalu.
Selain fosil Stegodon trigonochepalus (gajah purba) terdapat pula Elephas sp (sejenis Gajah), Rhinocecos sondaicus (badak), Bos banteng (sejenis banteng), Crocodilus, sp (buaya), Ceruus zwaani dan Cervus/Ydekkeri martim (sejenis Rusa) Corvidae (Rusa), Chelonidae (Kura-Kura), Suidae (Babi Hutan), Tridacna (Kerang laut), Hipopotamidae (Kudanil).
Temuan fosil-fosil di Patiayam memiliki keistimewaan daripada fosil temuan di daerah lain. Hal ini dikarenakan sebagian situs yang ditemukan bersifat utuh.
Secara morfologi situs Patiayam merupakan sebuah kubah (dome) dengan ketinggian puncak tertingginya (Bukit Patiayam) 350 meter di atas muka laut.
Di daerah Patiayam ini terdapat batuan dari zaman Plestosen yang mengandung fosil vertebrata dan manusia purba yang terendap dalam lingkungan sungai dan rawa-rawa.
Tercatat beberapa penelitian yang dilakukan di situs ini sebelum kemerdekaan adalah oleh Van Es pada tahun 1931, setelah itu baru pada tahun 1978 dilakukan penelitian geologi oleh Sartono (Simanjuntak, 1984).
Penelitian oleh Van Es pada tahun 1931 menemukan sembilan jenis sisa fosil vertebrata, kemudian pada tahun 1978 Sartono dkk. dalam penelitiannya melengkapi temuan Van Es dengan menemukan 17 spesies hewan vertebrata serta ditemukannya sisa manusia Homo erectus.
Selain ditemukan berbagai macam fosil-fosil manusia purba dan hewan-hewan purba, di Situs Patiayam juga ditemukan berbagai macam alat-alat batu manusia purba seperti Serut, Kapak Perimbas ( Chopper) ,dan Gigantolith.
Menyantap kuah hangat Soto Kudus
Soto kudus dalam penyajiannya memiliki tradisi dihidangkan dalam mangkuk kecil untuk satu porsi soto. Kuah Soto kudus cenderung lebih kuning dari soto semarang.
Seporsi soto ayam berisi nasi putih yang ditambahkan tauge, irisan kol dan seledri, suwiran daging ayam, bawang merah dan bawang putih goreng. Kemudian disiram kuah yang kuning agak keruh, karena kuahnya manggunakan santan.
