- VoxPop.co.id/Dwi Royanto
Di rumah makan yang berdiri sejak 1991 ini, Anda bisa mendapat beragam sajian sate maranggi, mulai dari maranggi daging sapi, maranggi daging kambing atau domba, hingga sate maranggi ayam, atau Anda bisa memesan sesuai dengan selera.
Sate maranggi di tempat ini mempunyai kekhasan rasa ketika dibandingkan dengan sate maranggi di tempat lain. Sebab, selain menggunakan resep andalan, Sate Maranggi Cibungur juga memiliki bumbu ajaib yang diberi nama bumbu khusus rempah 12.
Selain dagingnya yang sangat empuk, rasa Sate Maranggi Cibungur juga memiliki cita rasa yang tinggi. Apalagi di tempat ini, Anda akan menemukan sate maranggi yang dipadu dengan sambal tomat, yang sangat menggugah selera.
![]()
Hidangan sate maranggi di Rumah Makan Sate Maranggi Cibungur, Purwakarta. Foto: VoxPop.co.id/Jay Ajang Bramena
“Sekarang sate maranggi kan semakin dikenal. Jadi omzet penjualan juga terus naik. Tiap harinya bisa menghabiskan tidak kurang dari 700 kilogram daging, yang datang juga makin banyak, ” kata pemilik rumah makan Sate Maranggi Cibungur, Yeti.
Rumah makan Sate Maranggi Cibungur awalnya hanya usaha sampingan mengingat sebelumnya di tempat itu, terlebih dahulu lebih dikenal sebagai warung Es kelapa Muda yang telah dirintis oleh orangtua Yeti sejak 1975. Namun seiring waktu, usahanya terus meningkat hingga menjadi rumah makan sate yang paling banyak dikunjungi.
Di rumah makannya itu, menurut Yeti, sate maranggi dipatok dengan harga Rp35.000 per porsi, dengan rincian 10 tusuk sate, beserta sajian pendamping sebagai bumbu, berupa bumbu kacang dan kecap, serta sambal tomat khas Cibungur. Harga tersebut belum termasuk nasi timbel dan minuman berupa es kelapa muda.
Selain sate maranggi, tempat makan ini juga menyajikan masakan lain. Mulai dari ayam, ikan bakar, hingga berbagai sop dan soto.
Saat ini, keberadaan rumah makan Sate Maranggi Cibungur juga semakin diuntungkan, seiring dengan selesainya pembangunan ruas jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali). Sebab, dengan adanya akses jalan bebas hambatan itu, masyarakat atau pelangganya akan semakin mudah untuk datang ke rumah makan tersebut, mengingat posisi rumah makan yang hanya berjarak dua kilometer dari pintu masuk dan keluar gerbang tol Cikopo
