SOROT 352

Mudik Seru Jalur Pantura

Bangunan Museum Ranggawarsita, Semarang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dwi Royanto

Di Plered, kegiatan pembuatan keramik bukan hanya budaya turun-temurun, tetapi sudah menjadi mata pencarian masyarakat sehari-hari. Namun, seiring persaingan bisnis keramik lokal, dari daerah lain, kunjungan ke sentra pembuatan keramik di Plered terus menurun.

img_title Ke Prancis, Perjalanan Tak Boleh Berhenti Hanya di Eiffel

Bahkan produk modern yang terus gencar membanjiri pasar dalam negeri membuat usaha keramik semakin lesu.

"Sekarang sudah sepi, enggak seperti dulu. Barang yang kita produksi kini sulit untuk dipasarkan sehingga modal kita sulit kembali. Kalau mau produksi lagi ya modalnya sulit," kata salah seorang pengrajin keramik di Plered, Wawan.

img_title Djarot Tak Mau Jakarta Jadi Tempat Simpan Istri Muda

Plered terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota Purwakarta. Jika ditempuh dengan kendaraan, hanya membutuhkan waktu antara 30 sampai 45 menit. Kemudian bila pengunjung datang dari Jakarta, bisa juga mengambil akses jalan dengan keluar di Pintu Tol Jatiluhur.

Sejarah Plered dan keramik memang tidak dapat dipisahkan dan sudah ada sejak jaman Neolitikum. Pada zaman tersebut, sudah ada penduduk yang berdatangan ke daerah Cirata menyusuri sungai Citarum.

img_title 'Pemudik Kini Pintar, Lebaran Pertama di Jakarta Dulu'

Dari hasil penggalian di daerah Cirata ditemukan peninggalan dari batu, kapak persegi, alat untuk menumbuk dan alu dari batu, termasuk ditemukan belanga dan periuk dari tanah liat. Selain itu ditemukan juga adanya panjunan (anjun) tempat membuat keramik.

Asal muasal nama Plered mempunyai beragam versi. Di antaranya nama tersebut berasal dari masa tanam paksa ketika pada waktu tersebut daerah ini menjadi tempat penanaman kopi yang hasilnya diangkut menggunakan pedati-pedati kecil yang ditarik oleh kerbau (disebut Palered).

Sate Maranggi yang termahsyur

Di tengah perjalanan arus mudik, tak lengkap rasanya jika tak mencicipi kuliner khas daerah yang dilalui. Bagi pemudik yang melintas di jalur utama Pantai Utara, Pantura, tak ada salahnya menikmati sate maranggi sebagai makanan khas dari daerah Purwakarta, Jawa barat.

Di wilayah ini, sate maranggi tak sulit didapat, mengingat hidangan tersebut kini telah diusung sebagai ikon Purwakarta. Dari sekian banyak lokasi yang menjual sate maranggi, mulai dari pedagang keliling, warung  nasi hingga rumah makan, salah satu yang terkenal adalah Rumah Makan Sate Maranggi Cibungur, yang berada di ruas jalan utama Purwakarta - Cikampek, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut